FOTO Kirana di China

•April 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Cucuku Milham ,Mikail, Fatima

 

ADAKAH PERISTIWA PENTING PADA I JANUARI , BAGI UMMAT ISLAM?

•Desember 20, 2009 • & Komentar

ISTANA AL HAMBRA ….BANGUNAN MONUMENTAL ISLAM DI SPANYOL

Pada malam 1 Januari, selain pesta yang penuh hura hura, akhir akhir ini ummat muslim juga melakukan pengajian , zikir, I’tikaf , yang tujuannnya untuk melakukan instrospeksi , dan menyusun target baru dalam tahun mendatang. Kegiatan ini serupa dengan kegiatan yang dilakukan , para professional dan mereka yang educated.Kegiatan tersebut ,sah sah saja

Hal ini perlu mengingat perayaan Tahun baru, yang penuh hura hura itu , bukanlah perayaan agama tertentu walaupun dikaitkan dengan perayaan agama tertentu, melainkan suatu kegiatan yang diadakan kaum secular untuk kegiatan bisnis semata,untuk menjual ,menghabiskan barang persedian,untuk mengganti dengan mode baru yang sesuai pergantian musim. Pesta serupa adalah valentine day, yang dibuat oleh pebisnis untuk meningkatkan penjualan coklat serta assesories lainnya.

Dengan demikian maka kegiatan pengajian, dzikir, I’tikaf, mudah2 an mampu mengurangi dampak Hedonisme dan Consumerisme

Tetapi bagi ummat muslim pada tanggal 1 Januari ,seharusnya memiliki arti khusus, karena  pada saat itu terjadi persistiwa yang perlu dikenang, suatu peristiwa yang  sangat monumental bagi peradaban  manusia ,seperti diakui para sejarahwan.

Peristiwa ini ,kurang menjadi perhatian ummat muslim,                                   mungkin karena tidak ada kaitan langsung dengan agama, atau karena peristiwa dalam agama Islam sering ditetapkan dengan tahun Hijriah, sehingga jika dipadankan dengan tahun masehi, akan berubah setiap  tahun,akhirnya terlupakan.

Peristiwa bersejarah itu adalah peristiwa pembebasan  kota suci Mekka.

Prof K ALI dalam bukunya A STUDY OF ISLAMIC HISTORY (SEJARAH ISLAM TARIKH PRA MODERN) yang telah diterjemahkan oleh GUFFRON A MAS’ADI, menulis pada 1 Januari 630 (Masehi),terjadi peristiwa yang bersejarah bukan saja bagi ummat Islam tetapi juga peradaban manusia. Bagi ummat Islam , tentunya sangat berarti karena Mekkah, adalah kota suci ummat Islam, tempat KAABAH, kiblat  ummat Islam .

Tetapi peristiwa itu, juga sangat berarti bagi sejarah peradaban manusia, seperti diakui oleh sarjana non  muslim , karena pembebasan kota Mecca , adalah pembebasan yang terjadi tanpa setetes darahpun menetes, pembebasan penuh kedamaian. Karena sepanjang sejarah peradaban manusia, hanya sekali ini terjadi pembebasan kota tanpa setetes darahpun menetes,suatu pengampunan politik yang luar biasa terhadap musuh yang bengis ,tak bermoral.

Bayangkan Mecca adalah kota kelahiran nabi, tetapi kaum musyrikin , menghina, dan menyiksa nabi dan para sahabat, dan akhirnya nabi harus Hijrah ke Medina . Penghinaan tidak berhenti, dan ketika nabi berada di Medina nabipun masih menerima gempuran ber ulang ulang dari Musyrikin Mecca. Ketika nabi mendapat izin untuk umrah ke Mecca, ternyata  ketika sampai di Mecca nabi dikhianati, tidak diperbolehkan masuk kekota Mecca. Dan ketika dirumuskan , perjanjian Hudaibiyah, nabi dihinakan, karena kata Rasulullah , Bismillah harus dihapuskan.Pada saat itu sahabat Ali menangis ,sahabat Abubakar, yang  penyabar itu , meredam sakit hatinya dengan sekuat tenaga sampai terasa sakit dadanya, dan Umar beringas mengayunkan pedangnya, melabrak setiap orang yang mengusiknya, namun nabi mampu menenangkannya, dan nabi menanda tangani perjanjian itu , karena hormatnya pada tanah kelahirannya.

Kini sekali lagi Nabi datang ke Mekka, untuk membebaskan  kota suci itu, dengan pasukan yang lengkap dan terlatih dan disertai gabungan pasukan badui.

Karen Amstrong ,penulis religius yang diakui dunia,dan penulis buku best seller AHistory of God, menulis dalam bukunya yang juga best seller, MUHAMMAD, A BIOGRAPHY OF THE PROPHET;

Pasukan itu  memang suatu pasukan yang perlu ditakuti, karena semua laki laki dalam ummat menjadi sukarelawan dan disepanjang jalan (dari Medina ke Mekka) persekutuan Badui bergabung dengan pasukan ini hingga pasukan ini mencapai jumlah 10.000 orang.

Paman nabi ABBAS BIN ABD MUTHALIB mengungkapkan ketakutannya ketika melihat pasukan itu: Aduh  Quraisy! Jika Rasul memasukki Mekka dengan pasukannya,  dan Quraisy tidak meminta perlindungan sebelum mereka datang, maka itu akan menjadi akhir Quraisy selamanya.
DR .Muhammad Housain Haekal penulis buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad  yg diterjemahkan Ali Audah menulis narasi peristiwa tersebut  berhalam halaman untuk menggambarkan pentingnya peristiwa tersebut. Untuk menggambarkan bagaimana kekuatan pasukan muslim saat itu , beliau menulis : ….orang orang Quraisy itu sekarang dalam genggaman tangan Muhammad,berada dibawah telapak kakinya. Perintah Muhammad pasti segera dilaksanakan oleh mereka. Nyawa Quraisy dan penduduk Mekka , kini hanya tergantung gerak tubuh  dan wewenangnya atas ribuan bala tentara yang bersenjata lengkap , dan segera mengikis habis Mekka dan seluruh penduduknya sekejap mata.

Tetapi Muhammad ,..tetapi Nabi,..Tetapi Rasullullah bukanlah manusia yang mengenal dendam , mengenal permusuhan  atau sesuatu yang dapat membangkitkan permusuhan dikemudian hari diantara ummatnya.Alangkah besarnya jiwa ini, jiwa yang telah melampuisegala rasa dengki dan dendam dihati.:

Ternyata peristiwa yang ditakutkan oleh ABBAS IBN MUTHALIB tidak terjadi, dan  Muhammad Rasulullah mampu mengendalikan pasukan yang besar dan penuh emosi pembalasan itu. Dan lebih dari itu , suatu peristiwa yang lebih besar terjadi, yaitu tidak seorang Quraisypun dipermalukan, malahan hatinya tentram mendapat perlakuan yang terhormat.

Balas dendam, dan mengikis habis sampai akar akarnya, telah menjadi thema peradaban manusia,  effic Bharata Yudha adalah kisah perebutan tanah kelahiran Amarta yang mengikiis habis Kurawa yang bengis, yang dilakukan Pandawa. Kaisar Romawi  Tiberius Claudius Drudus NERO Germanicus, mengkambing hitamkan ummat Khatholik sebagai pembakar kota Roma, yang dilakukan sendiri, dengan menjadikan ummat Khatholik sebagai obor penerangan kota, memangsakan pada harimau dalam pertandingan gladiator,  Jengkhis Khan meluluh lantakan Kota Bagdad, dan membuat sungai Eufrat berwarna merah darah , dan kota bau amis berminggu minggu karena tumpukan mayat manusia , karena dendam perlakuan seorang pendagang arab kepada istrinya, George Bush sekali lagi meluluh lantakan Irak hanya dengan prasangka Sadam Husein menyimpan senjata Kimia, padahal ini adalah balasan ngawur terhadap pemboman Trade world Center di New York, dan anak kita sampai saat ini disuguhi film film balas dendam dari China.

Maka adalah anugerah yang luar biasa yang patut diterima oleh ummat manusia yang melebihi hadiah Nobel, Alloh menganugerahkan ayat pada saat kejadian itu” Dan Katakanlah yang benar itu sudah datang, dan yang palsu segera menghilang, sebab kepalsuan itu pasti akan lenyap.( Qur’an 17, 81).

Dan sekali lagi Karen Amstrong mencatat peristiwa besara itu sebagai betapa rendah hati dan berbudhi Muhammad Rasulullah, dengan mengutip kalimat terakhir Rasul  ketika memberi khotbah didepan Kaabah, menyambut pembebasan ini mengakhirinya dengan sebuah ayat: Hai manusia sesungguhnya diciptakan engkau dari seorang  laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan engkau berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya engkau saling kenal mengenal, dan sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Alloh ialah orang paling Taqwa disisi Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.( Al hujurat , 13)

Yang oleh para ulama Islam dan Karen Amstrong diakui sebagai pengutukan terhadap rasisme.

Dalam hal ini penulis teringat kata bijak pujangga Jawa, kakak R  Ajeng Kartini, R. Mas Slamet Sosrokartono. “ MENANG TANPO NGASORAKE” atau “ MENGALAHKAN TETAPI TIDAK MEMPERMALUKAN”

Maka 1 Januari , bagi sesungguhnya buat ummat Islam, adalah Hari Besar Kemenangan Kemanusiaan, yang amat berarti bagi peradaban manusia

SUASANA HARI RAYA “BROJOLAN” /MENDADAK 56 TAHUN LALU

•September 19, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Raya tahun ini yg dipastikan akan terjadi pada tanggal 20 September 2009, berbeda dengan tgl yang tertera di kalender umum yaitu tgl 21 September 2009, menimbulkan kalang kabut kenalan, tetangga, dan saudara saya.

Seorang executive kenalan saya, terpaksa mengabaikan ticket pesawat yang dibeli untuk tanggal 20 September, dan kalang kabut mencari ticket tgl 19 September, karena beliau tidak akan mungkin akan tenang dan bahagia kehilangan moment yang sangat penting, untuk bersama ibunya, pada malam hari Raya, dan sungkem setelah menjalankan sholat Eid…………..Berapapun harga ticket akan dia bayar asal moment ini tidak terlewatkan.

Seorang tetangga terpaksa mempercepat pulang dengan kendaraannya, hingga menimbulkan kegaduhan……..dan setelah mencapai Cirebon baru ketahuan satu box  untuk hadiah  bapaknya ketinggalan.

Ribuan orang bingung…….namun itu tidak terrekam . Ticket yang dibeli , kalau perlu antri berjam jam  dengan harga duakali lipat (karena tgl 20 Sept  diperkirakan Peak Seasons) ,sekarang menjadi tidak berharga……sungguh memilukan.

Saudara2 yang mestinya  pulang hari Sabtu ,mendadak berubah hari Jum’at, point2 yang biasanya  macet sekarang macet total , SPBU kehabisan bbm…….duh gusti……………

Melihat kejadian seperti diatas , pikiran penulis melayang ketika penulis masih kecil berumur 5 sd 6 tahun , atau yang terjadi 56 tahun yang lalu.

Pada malam itu ,ayah begitu tergopoh gopoh datang dari masjid, karena Lebaran ternyata  terjadi esok hari. Bedug bedug mesjid dipukul lebih keras, bapak bapak berlari lari mengabarkan Hari Raya. Tetangga saya terburu buru menangkap ayam yang masih tidur dipohon, suara ayam ribut dimalam itu, belum lagi gelepar suara ayam disembelih.

Ibu ibu berlarian pontang panting mencari kekurangan bumbu dapur, dan kemudian masak semalaman.

Saya sendiri berlari pontang panting mengirim zakat fitrah keluarga (6 orang),kemudian mencabuti bulu ayam sampai mendekati tengah malam

Seluruh desa malam itu hiruk pikuk, semalam suntuk. Takbiran sudah tidak berirama lagi. Tetapi bedug dipukul lebih keras, kemudian diikuti kampung yang lainnya, begitu seterusnya…….tiap orang merasa chawatir  saudara yang berada diluar  kota tidak tahu besok lebaran….maka pamanku yang memiliki sepeda    mengabarkan ke sanak keluarga di desa desa.

Dan malam itu ada kebahagian yang terpancar , apabila ternyata dialah yang pertama mengabarkan berita  Hari Raya itu……sungguh luar biasa.

Setelah semalam suntuk bergadang, maka bersiaplah untuk sholat Eid di mesjid. Pakaian kami baru, hati sangat gembira, tetapi muka kami kuyu……jalan terseok seok dengan sepatu baru

Keramaian Hari Raya , dipagi hari sangat semarak……..tetapi menjelang dzuhur ….desa sudah sangat sepi……..seperti desa yang telah diluluh lantakan serangan  Garuda ……..sampai magrib tiba……dan setelah itu meriam  bambupun berlaga ,lagi memecahkan daun telinga.

 

Allohuakbar Allohuakbar Allloooooohuakar………………………..

Kami Sumono & Kel menghaturkan SELAMAT HARI RAYA EIDUL FITRI 1430 H, mohon maaf lahir bathin, semoga kita selalu mendapatkan Ridho Alloh, dan meneguhkan silaturahmi. Amiiiiiiiiiiiiiin

IN MEMORIUM W.S RENDRA

•Agustus 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

IN MEMORIUM W.S RENDRA

(Wafat pukul 11 malam Jum,at dan  aku tahu setelah sembahyang Jum,at)

 

Duh PADUKA YANG MAHA RACHMAN DAN RACHIM

Tlah menghadap keharibaanMU

Dia yang menunggu Godot

Dan menyambut bahagia Maulid Nabi

 

Duh Paduka  Yg Maha Rachman dan Rachim

Tlah menghadap keharibaanMu

Yang memanggilMU dengan teramat santun..PADUKA

Dan memanggil nabiMU Kanjeng Nabi Muhammad.

 

Duh Paduka Yang Maha Rachman dan Rachim

Tlah menghadap keharibaanMu

Yang selalu berusaha menjadi Ya Latif

Sungguh dia orang besar, tetapi selalu merasa kecil di hadapanMU

 

Duh Paduka, ketika itu aku hanyalah seorang muda

Yang ter bata bata membaca sajaknya

Yang merasa kecil dan gemetar

Ketika menonton dramanya dan bengong mengagumi monolognya

Tiba tiba memiliki energy dan keberanian

Kemudian  menjadi amat perkasa

Dan faham segalanya

Dan menjadi perlu ada

Dengan semangat dan cita cita

 

Terimalah PADUKA (Ya Rabb) diharibaanMU

Ummatmu yang santun memanggil Mu ini

Dan saya diantara anak anak muda yang tersemai energynya

Hanya mampu mengantar dengan doa,

Dan mengulang cerita bangga kepada teman teman kepada anak anak dan cucunya

Anakku, Cucuku , aku telah menonton Monolog W,S Rendra

Anakku , Cucuku , aku telah menonton Menuggu Godot, Maulid Nabi dan Sang Adipati

Begini dia bicaranya  , aku tahu maksudnya………..apakah kamu tahu maksudnya

Segera menontonlah………

oh Paduka ,anakku, cucuku tak mungkin menonton

Ya , anakku, cucuku tak mungkin menonton ,,,,,tak mungkin menonton

Sang burung merak , yang memesona……yang memesona

Dia telah menghadap Paduka…………..

 

Jakarta  7 agustus 2009.

KUTUNGGU CINTAMU DIPANTAI BANYUWANGI

•Juli 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

(CATATAN HARIAN SMA)

ADUHAI  PANTAIKU DI FAJAR PAGI

KETIKA  MASIH BERSELIMUT EMBUN

PASIRMU GEMERLAP LAKSANA BERLIAN

TERTIMPA SINAR MERAH KEEMASAN

MATAHARI PAGI BULAT SEMPURNA

MUNCUL DARI UJUNG TIMUR SANA ,

DARI BALIK GUNUNG PULAU DEWATA

TERTIMPA SINAR MERAH KEEMASAN MEMBELAH AWAN

MENEBAR GAIRAH CINTA PADA REMAJA

SEDANG DIUTARA BUKIT KAPUR ITU

METAFOR DIRINYA MENJADI BIRU

MENGEMBANGKAN BAYANGANNYA PADA LAUTNYA

COBA PANDANG KE SELATAN

LAUTAN HINDIA TAK TERTAKLUKAN

MENGEMBANGKAN ANGAN  SEJUTA HARAPAN

DAN SEBELAH BARAT

GUNUNGKU BIRU, HUTANKU BIRU,

JIKA SAJA SEDIKIT AWAN MENUTUP BIRUMU

AKUPUN BERTANYA BERITA YANG

KAU SAMPAIKAN DARI CINTAKU

AKU AKAN MENUNGGU, AKU AKAN MENUNGGU………..

SMA BINA INSANI BOGOR LULUS 100% dan LEBIH DARI 50% TELAH DITERIMA UNIVERSITAS NEGERI Dan Dengan kelulusan di SMPTN menjadi 60%

•Juni 18, 2009 • & Komentar

 

 

 

Seperti tahun tahun sebelumnya, SMA BINA INSANI BOGOR, telah menunjukan prestasi yang membanggakan. Pada tahun ini, tingkat kelulusan UAN mencapai 100% ( Seratus Persen).

Disamping itu 50% dari siswa tersebut telah diterima di Universitas Negeri  baik melalui PMDK maupun ujian Mandiri. Adapun universitas tersebut adalah :

1. Universitas Gajah Mada

2. Institut Pertanian Bogor

3. Institut Technologi Telekominikasi

4. Universitas Negeri Soedirman

5, Universitas Brawijaya.

 

Peraih nilai tertinggi  untuk jurusan IPA,

1. Perwita Sari

2.Thariq Basyir

3. M.Ghifari Muntahari

 

Peraih nilai tertinggi untuk jurusan IPS

1.Nadya Erwita Sarah

2.Muhammad  Nurwanto

3.Fajrul Hidayat Lubis

SECANGKIR TEH MANIS DI PAGI HARI

•Juni 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
RUMAH DUBES INDONESIA DI LONDON(17 aGUSTUS 1995)

RUMAH DUBES INDONESIA DI LONDON(17 aGUSTUS 1995)

 

Pada usiaku yang S2 (sampun sepuh),ketika perjalanan hidup telah begitu jauh, mengenang masa masa yang pernah saya lalui, rasanya seperti minum teh manis dipagi hari, terasa segar dan mengasyikan tetapi mungkin juga pahit tetapi menyembuhkan. Biklah , inilah pengalaman itu.

 

 

1.PUGUH DAN KAWAN KAWANKU DARI KALIBARU.

 

(Kenangan naik kereta api waktu SMP)

 

Mengenang masa sekolahku, ketika masih SMP dan SMA di Banyuwangi, sungguh menakjubkan apalagi jika aku  bandingkan dengan keadaan sekarang, kami pada saat itu sangat sederhana tetapi semangat kami luar biasa. Memang jika dibandingkan dengan keadaan sekolah sekarang kami pada saat itu sangatlah kurang, tetapi kami penuh semangat dan gembira ,dan menikmati sekolah pada saat itu.Inilah kenangan kenangan manis itu.

Pada tahun 1960, di Kabupaten Banyuwangi, hanya ada satu SMP Negeri dan SMA Negeri ,dan terletak di kota Banyuwangi. Saya  tinggal di Rogojampi, 15 km dari Banyuwangi. Karena itu saya berangkat dan pulang sekolah  naik kereta api. Abonemen istilahnya.

Dalam perjalanan itu ,saya mengenal seseorang kawan dari Kalibaru, Puguh namanya.

Badannya tegap, kulitnya putih, dan  rambutnya cepak seperti tentara. Saya pikir dia paling pantas untuk jadi tentara.Tetapi Tuhan berkehendak lain,salah satu tangannya ,mengecil? saya memang tidak akrab dengan dia. Tetapi saya sangat memperhatikan dia sejak saya tahu betapa gesitnya dia . Dia sangat percaya diri. Dan itulah yang saya peroleh dari dia.

Ketika saya  masih sangat sulit dibangunkan ibuku pada pukul 5 pagi, Puguh telah berada didalam kereta api yang membawanya ke Banyuwangi. Dia mungkin harus bangun jam 3 pagi, kemudian mandi, dan berjalan dengan cepat menembus gelapnya pagi untuk sampai di setasiun Kalibaru. Kereta berangkat dari setasiun Kalibaru pada pukul 4 pagi. Dan setelah itu mungkin berebut untuk mendapatkan tempat duduk yang enak, karena kereta akan semakin padat pada setiap setasiun yang disinggahi.

Coba bayangkan ketika kami yang berangkat dari setasiun Rogojampi masih kedinginan, anak yang berada di gerbong kereta api sudah makan es lilin,alangkah panasnya dalam gerbong itu.

Kami yang berangkat dari stasiun Rogojampi ,cukup bahagia berada di pintu kereta api, karena didalam sangat panas dan penuh sesak. Di luar kami bisa melihat pemandangan yang indah dan hembusan angin yang segar. Sesekali menepis api yang menabrak badan, maklumlah kereta api pada saat itu, menggunakan kayu sebagai bahan baker.

Kereta api akan sampai di stasiun Banyuwangi (lama), paling cepat pukul 6.30 pagi ,tetapi  lebih sering terlambat.

Setelah itu kami (ratusan siswa), berebut keluar dari gerbong kereta api dan berjalan setengah berlari dengan kecepatan penuh menuju sekolah masing-masing, minimal jaraknya 3 km.

Dan cobalah lihat Puguh, berjalan dengan perkasa, dan dengan sigap mendahului kawan kawannya, dan juga saya . Jalannya seperti berlari,dan tidak terlihat kelelahan dan tak terkejar, padahal jalan terus menanjak sampai di sekolah dan matahari pagi  sudah mulai panas.

Tidak sedikit dari kami,yang  menghindari panas matahari terpaksa mencari jalan terpendek,mengambil jalan pintas, melewati kampung tempat pelacuran.

Kalau kuingat itu betapa perkasa kawan kawanku, mereka harus bangun ketika kokok ayam belum terdengar dipagi hari,kemudian berdesakan di gerbong kereta api, panas dan sesekali harus menipis api dari pembakaran kereta api ( kereta api pada saat itu menggunakan kayu bakar) yang masuk dalam gerbong, kemudian melewati kampung pelacur….tetapi mereka ibarat ikan dilaut, meskipun hidup diair asin tetap tidak terasa asin

 

Waktu pulang sekolah pada saat itu, tidak pernah tepat. Kadang kadang pulang lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Kadang pukul sebelas ,tetapi kebanyakan pukul 12. Kami tidak mungkin pulang dengan kereta api karena kereta baru berangkat pukul 14,00, maka kami harus mencari alternative lain untuk bisa cepat pulang kerumah.

Padahal kami jarang memiliki uang yang cukup untuk naik oplet (angkutan umum), jadi kami numpang  truk pengangkut barang, bercampur dengan barang barang yang ada dalam truk.

Tidak semua truk memahami kesulitan kami, kadang kadang truk itu harus kami paksa untuk mengangkut kami.

Dan betapa mengagumkan Puguh untuk hal yang satu ini…

Dia sudah tahu jenis  truk yang masih sejauh 400 meter dari kami, jenis truknya , warna truk, nomor truk dan  watak sopirnya,  dari mendengar suaranya. Mungkin karena saat itu jumlah truk tidak terlalu banyak dan mobil masih jarang. Tetapi betapapun aku kagum dengan dia, buktinya aku tidak pernah tahu  nomor mobil anakku pada saat ini.

Ketika Puguh , telah tahu truk apa  yang datang , kamipun bersiap siap mengikuti. Kalau dia katakana bahwa sopir truk orang yang baik dan mau berhenti, kamipun bersiap dengan santun ditepi jalan, dan seorang diantara kami akan menyetopnya. Dan ketika truk berhenti Puguh yang salah satu tangannya mengecil itu akan naik lebih dahulu, dan menolong kami., naik satu per satu keatas truk

Tetapi bagaimana kalau sopir truk itu tidak mau berhenti, maka Puguh  memberi tahu agar kami  menghadang truk tersebut dan ketika truk mulai mengurangi   kecepatan nya, Puguh dengan sigap  memegang tutup pintu belakang truk itu, dan kemudian dengan sigap melompat naik ke truk….dan dengan senyumnya dia melambaikan tangannya kepada kami yang terbengong bengong melihat keberaniannya. Dan kami akan menanti sampai ada truk yang berbaik hati untuk membawa kami pulang…. Tetapi kalau tidak ada , setelah menunggu  hampir satu setengah jam, maka kami akan berjalan dengan kecepatan penuh ke setasiun kereta api….dengan rasa gembira……

 

Puguh,  dan kawan kawanku salam untukmu  …….

 

2. PARA PENGAYUH SEPEDA DARI SILIRAGUNG DAN Ir.SLAMET

 

 

 

Tidak terlalu lama aku mampu mengikuti irama kawanku yang naik kereta api, mereka sungguh perkasa. Maka akupun indekost. Dan dari rumah Kost aku naik sepeda ke sekolah. Sepeda adalah kendaran mutlak pada saat itu. Mengingat sepeda saya teringat kawan kawanku dari Tegaldlimo, Siliragung.

Aku mengenalnya, karena mereka menggunakan bahasa kulon (gaya Mataram), bukan bahasa osing seperti kami. Karena ayah  saya orang Purworejo Jawa Tengah ( ibu asli Banyuwangi), saya  mengerti bahasa mereka, tetapi  karena ayah hanya mengajarkan bahasa kromo (bahasa halus , untuk menghormati yang tua, dan ayah saya  meninggal ketika saya  klas 1 Sekolah Rakyat) maka  saya hanya bisa berkomonokasi dengan bahasa campuran .

Mereka (kawan kawanku yang berasal dari Tegaldlimo, Siliragung) , adalah anak yang tekun ,santun dan pinter.

Setiap Sabtu sore , ketika saya  pulang ke Rogojampi dengan naik oplet saya  melihat kawan kawan dari Tegaldlimo dan Siliragung berrombongan naik sepeda dari Banyuwangi  menuju Tegaldlimo dan Siliragung, pulang ke kampung mereka . Pada hari  Minggu, disore hari terlihat rombongan mereka pulang ke Banyuwangi.

Rombongan akan sangat besar pada akhir bulan atau hari libur panjang.

Pada akhir bulan biasanya  pada sepeda mereka ada karung berisi beras atau hasil kebun lainnya.

Dari mas Zaelani, mas Damar,  yang berasal dari Tegaldlimo dan Siliragung aku tahu , bahwa jarak tempuh perjalanan sepedah  itu sampai 3 jam lebih. Sekali waktu aku mencoba pulang ke Rogojampi naik sepeda,  ya Allah …..betapa lelahnya.

Tetapi semangat mereka ,sungguh membakar semangat belajar saya……walaupun ketika SMA aku punya motor ZUNDAAF, kadang aku juga naik sepeda untuk memacu semangatku.

Aku bertekad suatu saat , saya harus ke Siliragung atau Tegaldlimo, aku ingin tahu kampung halaman mereka yang mencetak orang orang penuh semangat ini.

Dan alhamdulillah mas Zaelani ,mengajak  saya mengunjungi rumahnya di Siliragung.  Karena terbayang jauhnya , maka aku putuskan  naik sepeda  motor ZUNDAAF .

Subhannallah betapa jauhnya kampung itu, jalan beraspal yang baik hanya sampai  Cluring, dan setelah itu jalan tanah ….sungguh perjalanan yang berat.

Semalam berada di Cluring , aku semakin terbengong bengong betapa heibatnya desa ini. Didesa ini pada tahun 1964, telah banyak anak anak yang sekolah di Universitas GajahMada, dan salah satunya telah mencapai gelar Ir, yaitu Ir Slamet.( sekarang insyaallah sudah Proffessor)

Keinginan yang besar untuk tahu Ir,Slamet  itulah barangkali salah satu pendorong aku bertekad untuk sekolah di Universitas Gajah Mada.

Dan alhamdulillah ketika saya  bersekolah di Gajah Mada ,saya bertemu belaiu . Seorang yang santun dan penuh perhatian…..

Mas Slamet salam hormatku

Mas Zaelani, Mas Damar,  Salam kangen