Beranda > TOKOH > IN MEMORIUM W.S RENDRA & PUISI RENDRA YG DITULIS DIRUMAH SAKIT

IN MEMORIUM W.S RENDRA & PUISI RENDRA YG DITULIS DIRUMAH SAKIT

IN MEMORIUM W.S RENDRA

(Wafat pukul 11 malam Jum,at dan  aku tahu setelah sembahyang Jum,at)

PUISI RENDRA YG DITULIS DI RUMAH SAKIT

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji miliku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”….

Untukmu RENDRA

Duh PADUKA YANG MAHA RACHMAN DAN RACHIM

Tlah menghadap keharibaanMU

Dia yang menunggu Godot

Dan menyambut bahagia Maulid Nabi

Duh Paduka  Yg Maha Rachman dan Rachim

Tlah menghadap keharibaanMu

Yang memanggilMU dengan teramat santun..PADUKA

Dan memanggil nabiMU Kanjeng Nabi Muhammad.

Duh Paduka Yang Maha Rachman dan Rachim

Tlah menghadap keharibaanMu

Yang selalu berusaha menjadi Ya Latif

Sungguh dia orang besar, tetapi selalu merasa kecil di hadapanMU

Duh Paduka, ketika itu aku hanyalah seorang muda

Yang ter bata bata membaca sajaknya

Yang merasa kecil dan gemetar

Ketika menonton dramanya dan bengong mengagumi monolognya

Tiba tiba memiliki energy dan keberanian

Kemudian  menjadi amat perkasa

Dan faham segalanya

Dan menjadi perlu ada

Dengan semangat dan cita cita

Terimalah PADUKA (Ya Rabb) diharibaanMU

Ummatmu yang santun memanggil Mu ini

Dan saya diantara anak anak muda yang tersemai energynya

Hanya mampu mengantar dengan doa,

Dan mengulang cerita bangga kepada teman teman kepada anak anak dan cucunya

Anakku, Cucuku , aku telah menonton Monolog W,S Rendra

Anakku , Cucuku , aku telah menonton Menuggu Godot, Maulid Nabi dan Sang Adipati

Begini dia bicaranya  , aku tahu maksudnya………..apakah kamu tahu maksudnya

Segera menontonlah………

oh Paduka ,anakku, cucuku tak mungkin menonton

Ya , anakku, cucuku tak mungkin menonton ,,,,,tak mungkin menonton

Sang burung merak , yang memesona……yang memesona

Dia telah menghadap Paduka…………..

Jakarta  7 agustus 2009.

Kategori:TOKOH
  1. elise
    April 5, 2010 pukul 1:43 pm

    Pa,puisi ini juga kalo ngak salah jadi inspirasi nya ananda sukarlan buat komposisi pianonya…adek liat sama kakak ravi,dia suka bgt liatnya,kayak aku kecil

  2. April 15, 2010 pukul 12:28 am

    Harry Suciptadi

    Tuhan, Aku Cinta Padamu

    Aku lemas
    Tapi berdaya
    Aku tidak sambat rasa sakit…
    atau gatal

    Aku pengin makan tajin
    Aku tidak pernah sesak nafas
    Tapi tubuhku tidak memuaskan
    untuk punya posisi yang ideal dan wajar

    Aku pengin membersihkan tubuhku
    dari racun kimiawi

    Aku ingin kembali pada jalan alam
    Aku ingin meningkatkan pengabdian
    kepada Allah

    Tuhan, aku cinta padamu

    Rendra
    31 July 2009
    Mitra Keluarga

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: