Beranda > BERANDA > MAULUD NABI,BARZANJI,dan KEMBANG TELUR ( aNTAra METHAPORA dan Visualisasi)

MAULUD NABI,BARZANJI,dan KEMBANG TELUR ( aNTAra METHAPORA dan Visualisasi)

Carnaval Maulud Nabi yang diadakan setiap tahun di Banyuwangi

Sejak jam 7 pagi tadi, Takmirul Masjid ditempat kediamanku sudah menyeru lewat sound system, agar para remaja datang ke mesjid untuk membersihkan mesjid dan mendekorasi mesjid, sedang ibu2 dan bapak 2 diharapkan membersihkan rumah dan halaman .
Adakah tamu penting yang akan hadir didesa kami? Tidak. Tetapi malam nanti akan diadakan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W sebuah perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi ,sebuah perayaan yang sangat meriah.Ini adalah rangkaian perayaan yang sambung menyambung dari satu mesjid ke mesjid lain diseluruh dunia Islam yang bisa bisa berlangsung lebih dari satu bulan.
Dalam perayaan ini akan dibacakan nyanyian pujian Barzanji, yang mengharu biru. Sementara di Banten, Banyuwangi, Cirebon, Makassar , Palembang dan daerah para wali 9 selain dibaca nyanyian pujian Barzanji juga diadakan perayaan Kembang Telur atau Endog endogan ..
Penulis mencoba melacaknya kemeriahan yang luar biasa ini.

Maulud Nabi dan Berjanzi

Sultan Salahudin al Ayyubi

Tidak ada secuil hadistpun yang memerintahkan Maulud Nabi. Itu bid’ah.Kata ulama muda . Aaaah nggak apa2 itu kan budaya, bukan agama , syah 2 saja kata ulama lainnya. Baiklah kita cermati semuanya. Apapun pendapat beliau kita hargai.
Maulud nabi ,memang rupanya tidak pernah diadakan ketika nabi masih ada sampai pada zaman Khalifa’ Ar Rasyidin dan zaman Umayyah. Tetapi semakin jauh tahunnya ummat berpisah dengan Nabinya, dan semakin jauh ummatnya dari tanah kelahiran Nabinya, adalah manusiawi ummat semakin menambakan sosok rochani pemimpin ummatnya.
Maka adalah Dynasti Fathimiyah (909sd 1171) yang memerintah Mesir , Afrika Utara, dan Palestina. yang mendeklarasikan sebagai keturunan Nabi Muhammad S.A.W. memulai tradisi merayakan peristiwa besar yang berkaitan dengan Nabi dan keturunan nabi, seperti Maulud Nabi, wafatnya Sayidina Ali, wafatnya Sayidina Hasan dan Husen
Dari perayaan 2 biasa , di lembah 2 ,gurun , dan istana mulai terdengar raungan cinta. Bukan cinta biasa, tetapi cinta yang luar biasa kepada pemimpin rochaninya. Para ulama mulai membaca kan riwayat nabi dan melantunkan pujian dan menyampaikan selawat kepada Rasul Junjungan Alam berdasar riwayat yang disampaikan para sahabat yang mengingat dan menulisnya dengan cermat riwayat hidup nabinya.
Begitu lengkap nya catatan Sampai seorang ahli sejarah modern Amerika malahan ada yang menyebutnya raksasa sejarah menulis dalam bukunya the Venture of Islam
….dokumentasi yang tersebar dikalangan ummat Islam sangat terperinci……dan dapat dijadikan dasar penulisan ilmiah ..tetapi kita lebih banyak mengetahuinya, lebih dari nabi lainnya
Kini Islam mulai menyebar tidak saja di negeri orang Arab memasuki negeri orang , Mesir , Afrika Utara , tanah Arya, ( anak benua India) , ketika gurun pasir tergantikan stepa padang rumput yang hijau, kebun kurma digantikan pohon buah dan segala macam bunga, dan oase digantikan sungai besar yang jernih dari puncak bersalju maka penghayatan cinta kepada Nabi Berubah.
Ketika di Arab dinyatakan dengan bahasa yg jelas dan lugas maka di negeri yang indah ini ,kata kata pun mulai berbunga bunga , methapora namanya.
Tidak saja sastrawan , tetapi ulamapun menggunakan methapora, malahan para Sufipun menggunakan bahasa methaphora, dengarlah sajak Rumi yang mengharu biru itu.
Mungkin di Arab sangat sedikit sangat sedikit bahasa Methapora , tetapi Al Qur’an yang diperuntukan seluruh ummat manusia memberi tempat yang khusus untuk methapora,ayat Muthasyabihat kata para ulama. Dan Nabi Muhammadpun senang menggunakan methapora: Ya Humaira ( Yang Merah Muda)…begitu beliau memanggil Ibunda Siti Aisyah

Maka ditanah bangsa Arya ini adalah seorang ulama Syech Ja’far Al Barzanji bin Abdul Karim yang begitu besar cintanya kepada Rasulullah , dari daerah yang bunga bermekaran indah , langit biru,gunung2nya bersalju menulis syair cintanya yang menceritakan riwayat hidup Rasulullah.
Begitu banyak methapora di pujian cinta ini

Kata Shirah Nabawiyah digantinya Iqa Al Jawahir (Kalung Permata)
Ramalan tentang kehancuran Persia dituliskan Goncang dan bergetarlah istana Kosru Anu Syarwan dan empat belas menara yang menjulang tinggi ke angkasa runtuh
Tentang kelahiran Nabi ditulisnya Telah terbit purnama ditengah kita , maka tertutuplah semua bulan purnama
Tentang Nabi sendirinya ditulisnya Paduka adalah surya ,paduka adalah purnama.Paduka adalah Cahaya diatas Cahaya.

Tetapi ketika menulis tentang kepribadian nabi, tiba2 kalimatnya menukik , amat lugas dan jelas tidak ada methapora sedikitpun.Coba renungkan kalimat dibawah ini;

Beliau adalah seorang pemalu dan rendah hati
Beliau tidak pernah mengandalkan bantuan orang lain
Beliau memperbaiki sandalnya yang rusak, menambal bajunya
Memerah susu kambing dan belanja ke pasar
Sangat besar kasihnya pada fakir miskin, duduk bersama mendengar keluhannya,selalu mengunjungi orang sakit,mengantarkan yang mati hingga kekubur
Jika ada yang memerlukan bantuan, belia,u berikan persedian makan yang tersedia, sedang beliau nenempelkan batu pada perutnya untuk menahan laparnya

Dan coba resapkan kalimat ini diakhir acara bacaan Barzanji ini, ketika hati kita telah tergoncang goncang dipenuhi rasa rindu kita berdiri dan selawatpun dibaca

Selamat datang duhai permata hatiku
Selamat datang duhai eyang Hasan dan Husen.

Sungguh syair cinta yang indah, yang akan membuat para pecintanya , tak mampu menahan air mata, menangis menahan sakit dada, karena begitu dekatnya beliau dengan kita dan dengan terbata bata kita akhiri dengan doa sederhana tetapi penuh makna

Duhai Rabb , hambamu memohon harumkan pusara Baginda,
Dengan wewangian aneka bunga ,
Inilah doa sederhana serta selawat kepada Baginda.

Itulah sedikit kutipan dari syair pujaan kepada Rasul Muhammad yang terdiri dari19 bagian dengan 355 bait. Amat menggetarkan.

Maka adalah seorang gubernur dynasty Fahtimiyah di Palestina, Salahudin Al Ayyubi , yang memohon kepada dinasti Abbasiyah , dynasti Islam di tanah Bangsa Arya , dan pelayan dua kota suci Mecca dan Madinah, untuk menyebarkan luaskan syair Iqa Al Jawahir pada jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia. Maka mulai saat itu peringatan Maulud Nabi dengan pembacaan Iqa al Jawahir dimulai yang kemudian di kenal dengan Barzanji.
Begitu dahsyatnya pengaruh Barzanji ini pada Salahudin al Ayyubi, sehingga beliau menggunakan syair ini untuk memompa semangat rakyatnya.
Dan akhirnya kita mengenal Salahuddin al Ayyubi, bukan saja gubernur tanah Palestina, tetapi Sultan yang melegenda dalam Perang Salib, dihormati di negeri Islam dan negeri Eropa.Beliau tidak saja mengakhiri Perang Salib, tetapi membuat perdamaian yang adil dengan Richard the Lion Heart, King The Great Britain (Inggris Raya), panglima perang salib dari sekutu Eropa.
Malah ada satu legenda , tentang Sultan al Ayyubi, yang menjadi tabib (mengobati) King Richart the Lion Heart ketika beliau sakit
Sungguh luar biasa, perkasa dalam medan laga, tetapi berbudi dalam kemanusian.

Dan ulama Banten yang mendunia dengan tulisan beliau, dan menjadi buku acuan di Universitas Al Azhar , dan Universiotas lainnya, malah menulis syarah (Kupasan ) tentang Barjanzi
Barjanzipun telah mengilhami Burung Merak Indonesia, sang pujangga W.S Rendra , sehingga beliau mementaskan drama tari Berzanji, yang mengharu biru hati penulis ketika penulis masih mahasiswa , dan meresap sampai detik ini , walau penulis telah mencapai S3 ( Sampun Sepuh Sanget)

Maulud Nabi dan Kembang Telur.

,
KEMBANG TELUR (ENDOG2AN) dan ANCAK

Ummat Islam , sekarang sudah tidak dalam satu continent ( benua)lagi , tetapi sudah terpisah lautan yang sangat ganas. Bukan lagi didaerah gurun yang gersang, atau distepa rerumputan yang terbentang luas, dengan gunung2 yang biru, tetapi telah datang ke Swarnadwipa ,( Indonesia ),tanah percampuran dua peradaban dunia yaitu bangsa Arya dan Bangsa Mongolid, tempat hutan belantara, gunung yang biru, sungai yang jernih,pohon buah dan bunga tumbuh dimana saja. nyanyian burung 2 memenuhi udara dan ditanah berpasirpun masih tumbuh pohon nyiur yang melambai..lambai…(..alaaa mak.,macam mana pula methaporamu.)
Di tanah ini , di Swarnadwipa , tanah kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang pernah mengukir namanya dengan tinta emas sejarah dunia , karena keperkasaannya dan begitu luas daerahnya .Agama agama besar dunia(Hindu dan Budha) tidak saja berkembang dengan baik dinegeri ini, malah mendirikan bangunan monumental dunia yaitu Candi Kamulan Bhumisambhara yang kita kenal dengan Borobudur.( Para sejarahwan menulis Kamulan Bhumisambhara , candi Budha termegah didunia, tetapi menggunakan konstruksi dan arsitektur Hindu)
Di tanah ini,cinta, karakter, nasehat, tidak cukup dengan kata 2 yang indah,atau methapora yang memukau ,tetapi juga diwujudkan dengan visualisasi.
Coba amati barisan ksatria dalam cerita Ramayana,dan Bharatayudha, divisualkan dengan amat canggih dan detail dan deretan wayang kulit yang berjajar dikelir warna putih.Raja Agung Ayodya Sri Rama berbeda dengan raja Agung Amarta, prabu Kun(Pun)tadewa, play boy dan ksatrya Amarta, Raden Arjuna begitu memesona bibir ,dan matanya, tetapi badannya atletis, halus, bersih tetapi bertenaga, lain lagi visual tukang gossip, Butha Cakil., mulutnya mancung , bertaring tajam, kotor,matanya besar jelalatan,

Ya methapora tidak cukup, nasehat perkawinan , hari kelahiran , penuh dengan visualisasi. Maka Maulud Nabi,dan Barjanzipun oleh para Wali Sanga , tokoh penyebar Islam divisualkan agar ummat lebih memahami ,makna Maulud Nabi.
Berita tentang hari kelahiran Nabi , menjadi perayaan Sekaten ( Dari kata Sahadatin), pada hari itu dialunkan lagu sendu dari gamelan agung Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga wilaga ( Yogyakarta) dan Kyai guntur Madu dan Kyai Guntur Sari Surakarta ……sedang .tentang maksud diadakan Mauludpun diviisualkan dengan kembang telur.
Kembang telur sebenar visual pohon kehidupan ,yang ditengahnya diisi dengan telur dan diatasnya di hias dengan bunga mawar.
Mengapa ada pohon kehidupan yang berbuah telur dan berbunga mawar?:

Ketika Methapora tak cukup di Negeri Para Wali Sanga

Coba simak methapora bangsa Arya ini tentang perjalanan nabi waktu Israq Mi’raj… Begitu nabi sampai dipintu suarga loka…..nabi bergetar, alangkah indahnya surga itu, seluruhnya putih berkilauan laksana sinar berlian, harum semerbak bunga mawar memenuhi persada….dan nabipun menghirup seluruh harum bunga mawar itu…..dan Ya alloh , ….ketika nabi berkeringat ……maka Alloh menghendaki , maka keringat nabipun berubah menjadi bunga mawar .

Maka bunga mawarpun menjadi kecintaan para Sufi. Begitulah kata Annemarie Schimmel, seorang ilmuwan Jerman yang tersohor, yang menjadi pavorit Gus Dur dalam bukunya Dimensi Mistik Dalam Islam. Disamping itu , beliau menulis bahwa salah satu legenda tentang Syaih Abdul Kadir Jaelani, tokoh rochani Sufi yang paling di hormati di Swarnadwipa( Indonesia) ini adalah kehebatan beliau mempersembahkan bunga mawar yang amat indah kepada para sufi di Bagdad, padahal saat itu sedang musim salju..Wooo.
Di Indiapun raja dynasti Mughal , Syah Jahan yang sangat mencitai isterinya Muntaz Mahal mempersembahkan makam Taj mahal . Maka makam pualam yang terindah didunia dan ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh Unesco inipun dipenuhi dengan bunga mawar,sebagai methapora bahwa sang pujaan hatipun berada di surga.
Maka tidak aneh para Wali dari Jawadwipa inipun mewujudkan metaphora Maulud Nabi ,dengan pohon kehidupn yang berbuah telur ( endog) dan dipayungi bunga mawar. Tetapi distorsi telah terjadi , sehingga bunga mawar tidak berada diatas pohon kehidupan dan telah diganti dengan sesuka hati, apapun boleh….kalau perlu uang. Sayangggggggggg.
Lalu apa maksudnya telur, ditengah pohon kehidupan itu .Coba dengar wejangan seorang Kyai sepuh , pada para santrinya, diujung pulau Jawa sana.
Pohon kehidupan dengan telur ditengah dengan bunga mawar diatasnya maksudnya adalah Jika kamu menghendaki hidup dengan penuh kesempurnaan , maka lakukanlah perjalanan rochani ini . Pecahkan kulit telurnya, artinya terima sepenuh hati Iman., kemudian nikmati putihnya agar menjadi orang yang suci hatimu sehingga kuat Islammu, dan setelah itu nikmati kuningnya, sebagai keagungan jiwa sehingga dikau adalah orang Ichsan. Maka jika seperti itu perjalananmu maka sudah sepantasnya mendapat bunga mawar, bunga kesayangan para sufi, bunga surga.
Dan para santripun serentak menjawab AMiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

Tetapi zaman telah berobah ,dan kehendak baik mulai muncul.Pada tahun 2013, sebuah arak arakan Maulid Nabi telah mulai mengarah ke arah yang benar . Seharusnya nilai tradisi dari leluhur itu kita  jaga. Wong Blambangan itu adalah religius sejati. ketika Hindu yang baik, ketika Islampun menjadi Islam yang baik. Tidak sembarang orang yang mensyiarkan Islam di Blambangan. Beliau adalah Syech Maulana Ishak suami Sekar Dalu, Putri Bhre Pangembangan, cucu Bhre Wirabhumi, Cicit Prabu Hayamwuruk. Syech Maulana Ishak berdarah Rasulullah, guru para Wali Sanga, bergelar wali Lanang ( Lelaning Jagad) , tinggi ilmu ,wawasannya, ksatrya. Putranya bernama Sunan Giri , Khalifah Nusantara. Kareana bumi Blambangan melahirkan wali di Bali yaitu R.Mas Sepuh, para ulama yang berwibawa.

 

Note;

• MOHAMMAD DIPONEGORO telah menulis drama tentang legenda AYYUBI menjadi tabib RICHARD , THE LION HEART.

Kategori:BERANDA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: