Beranda > CERPEN > KEMANA PERGINYA BUNGA BUNGA ITU

KEMANA PERGINYA BUNGA BUNGA ITU

Dia sudah lama sakit. Dari bisik2 perawat dia tahu bahwa penyakitnya sulit disembuhkan. Jadi, usianya tidak akan lama lagi. Semula dia ragu, tetapi karena apapun permintaannya selalu dipenuhi, maka dia menjadi yakin, bahwa kematian itu sudah dekat.

Rupanya keinginan hidup yg sangat besar,membuat dia tetap bertahan sampai saat ini.

Sampai suatu hari datanglah pasien lain yg kelihatannya jauh lebih parah dari dia. Tidak apalah, paling tidak sekarang ada kawan yang bisa diajak bicara. Dari pembicaraan dia tahu ,sebenarnya penyakit yang diderita pasien disebelah itu tidak separah dia, cuma rasa kesalnya akan sakitnya itulah yang membuat dia berlarut larut sakit

Ketika sedang menikmati udara pagi, tiba2 muncul keinginannya untuk membangkitkan semangat hidup pasien disebelahnya; “Jangan bersedih kawan, udara pagi dan taman yang indah pasti sangat menghiburmu”

Pasien disebelah itu terkejut dari lamunanya,dan menjawab;“O..ya.Taman yang sangat indah? Ceritakanlah padaku ,aku sudah lama tidak dapat menikmati keindahan bunga2 bersama cucuku”

OOO……ini pasti birokrat !Biasanya orang yang suka perintah 2 seperti ini memang birokrat.

Tetapi ini adalah kesempatan emas untuk berbuat baik, karena berbuat baik itu sama sulitnya menemukan bisnis yang menguntungkan.

Sekarang ini, tiap orang mengklaim pendapatnya paling benar, maka kesempatan berbuat baik jadi sirna .dari negeri ini. Maka sejak hari itu dia mulai menceritakan betapa indahnya taman penuh bunga2 yang terawat rapi dan kolam yang jernih .Ketika dia mendengar tangis anak2 segara dia menceritakan betapa nakalnya anak2 itu memperebutkan mainanya. Tidak disangka pasien disebelahnya tertawa terbahak bahak dan mengatakan anak2 itu bertingkah seperti cucunya.

Rupanya pasien disebelahnya menikmati cerita itu dengan baik. ,kadang2 wajahnya berseri seri, kadang2 matanya basah dengan air mata atau tercenung .Cerita kehidupan sama hebatnya dengan obat . Wajah pasien disebelahnya semakin ceria dan wajah yang pucat dulu kini semakin segar itu berarti dia semakin sehat, sementara dia, sendi sendi tubuhnya makin terasa sakit, dan pedih didadanya tidak tertahankan tetapi pada saat yang sama dia malah mampu membuat cerita2 yang semakin menarik pasien sebelah itu

Tetapi rupanya dugaan dokter betul juga. Pada hari ketiga puluh pasien yang pandai bercerita itu mati dengan tersenyum bahagia.

Pada keesokan harinya pasien disebelah pasien yg pandai bercerita itu minta pindah kedekat jendela. Dan ketika pasien itu pindah kedekat jendela, dia pun tersentak, karena dibalik jendela itu………ternyata hanya genteng2 rumah penduduk. Tidak terlihat satu pucuk bunga apapun nampak disana.. Rupanya pasien yang mati itu ingin mempersembahkan bunga kehidupan dalam kepergiannya kealam baka..dan cerita taman yg indah ,kolam , anak2 yg bermain ditaman hanya sebuah imaginasi.

Dari jauh ,sayup sayup terdengar suara azan asyar ……….dia teringat hari ini mulai Tahun Baru Hijriah. Pada hari ini, seorang rasul pergi meninggalkan tanah kelahirannya dengan penuh duka dan derita karena ingin memberikan pencerahan apa arti hidup kepada setiap manusia.

Kategori:CERPEN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: