Beranda > SEJARAH > SEJARAH BELANDA ,BUKAN DARI BABAD LONDO (Dimulai dari Genocida diakhiri dengan Amnesia)

SEJARAH BELANDA ,BUKAN DARI BABAD LONDO (Dimulai dari Genocida diakhiri dengan Amnesia)

 

    • Belanda per 1 Januari 2013, telah menutup museum NUSANTARA (satu satunya di negeri Belanda ) di Delf , karena tidak MAU  menanggungbiaya Rp.1.3 milyard  pertahun , karena krisis keuangan di Belanda.Maka seluruh benda benda sejarah yang dibawa Belanda pun , mati tak berguna. Itulah BELANDA
    • Akhirnya Jepang , meminta maaf atas penjajahan yang dilakukan di China . Maka tinggal Belanda , satu satunya penjajah didunia yang tidak minta maaf, menetapkan visa , izin kerja, pendidikan tak setara terhadap negara jajahan .

     

  • Bukti SEJARAH TAK PERNAH MATI

Leonardo da Vinci, ternyata tidak hanya seorang pelukis yang sangat mumpuni, tetapi juga pemikir  yang menjelajah berbagai bidang . Kedalamannya dalam sejarah terbukti dari wisdom wordnya: Masa depan kita ditentukan oleh pemahaman sejarah kita.
Padahal pemahaman kita tentang sejarah bangsa Indonesia , tidak terlepas dari propaganda Belanda yang dimulai ketika mesin cetak/penerbitan  masuk ke Indonesia  dan  dikuasai oleh Belanda , yang dikenal dengan masa Babad Londo , seperti dikemukakan William H.Frederick, Professor Jurusan Sejarah  Yale university USA  dan Soeri Suroto dosen sejarah UGM…..Secara umum abad ke 19 merupakan zaman yang “kejam” bagi pemikiran sejarah Indonesia , khususnya Jawa( 19)…..yang kemudian kita kenal “babad londo” dimana tokoh yang paling penting ( beradab) adalah Gubernur Jendral Belanda (20)
Para founding fathers negeri ini sebenarnya telah memberikan gambaran yang sebenarnya siapa sebenarnya Belanda, namun sisa sisa Londo yang superior itu masih terlekat dalam benak masyarakat kita. Maka rasanya menarik untuk mengetahui tentang Belanda, dari kaca mata yang lebih luas.
Bekas Jajahan Spanyol
Belanda, di Eropa lebih dikenal  Koninkijk der Nederlander ( Kerajaan tanah rendah),adalah sebuah negara kecil yang daratannya  letaknya  7 m dibawah laut.Untuk mencegah  agar air laut tidak menggenangi tanah tersebut maka dibuatlah bendungan ( Dam) , maka kota besar yang berada di kawasan itu disebut Amsterdam, Rotterdam. Belanda semula dijajah Spanyol. Dalam perang yang berlangsung 80 tahun akhirnya Belamda  berhasil membebaskan diri pada tahun 1568.
Dimulai dengan Genocida di p.Banda
Sebagai jajahan  Spanyol , pelaut Belanda terlibat dalam pencarian rempah rempah ke Nusantara yang dilakukan  pelaut Spanyol Ferdinand de Magelhaens dan Juan Sebastian de Elcano pada tahun 1521. Maka ketika Belanda terbebas dari Spanyol, kemampuan itu tidak disia siakan.Pada tgl 2  April 1595 Belanda  mengirim Cornelis de Houtman menuju Nusantara dan mendarat di Banten pada tahun 1596.Setelah merasakan untung berlimpah dari perdagangan rempah rempah , maka Belanda membentuk badan dagang VOC (Vereenigde Oostinsche Companya), pada 20 Maret 1602 ,meniru  pembentukan The British East India Company ( BEIC) yang telah terbentuk lebih dahulu pada 13 Desember 1600. Tetapi berbeda dengan BEIC , VOC diberi fasilitas fasilitas istimewa , yaitu boleh memiliki tentara, dan menduduki suatu wilayah. Dengan demikian pemerintah Nederland memiliki tanggung jawab atas segala tindakan VOC.

J.P.Coen.
Berdasarkan kewenangan itu, maka berlayarlah Jan Pieter Coen menuju Nusantara dan menemukan  p. Banda di Maluku 1621,pulau penghasil pala terbaik  di dunia. Sebenarnya pada saat itu orang Banda telah berdagang pala dengan bangsa Arab, India, dan Inggris. Ketika JP Coen memperoleh  keuntungan besar yang diperoleh perdagangan pala  , maka Yan Pieter Coen pun menetapkan monopoli perdagangan pala di Banda artinya  melarang warga Banda untuk menjual pala ke bangsa lain (Arab, India, Inggris). Serentak masyarakat Banda menolak, bagaimana mungkin seorang tamu telah bertindak sebagai penguasa .Maka seluruh masyarakat Bandapun melakukan perlawanan. Perlawanan itu dibalas dengan tindakan yang amat kejam. Para pedagang dan petani lada yang melakukan perlawanan ditembak kemudian tubuhnya ditusuk dengan bambu, setelah itu digantung. Yang tertangkap dibakar hidup dan keluarganya (istri dan anak famili) dimusnahkan.Betapa kejamnya pembunuhan itu ,sampai saat ini masih dirasakan rasa getirnya.Orang  Banda  selalu  menangis terisak isak apabila menceritakan pembataian itu. Rakyat Banda  menuntut keadilan kepada pemerintah Belanda,tetapi kerajaan Belanda tidak bergeming, malahan mengangkat J.P.Coen sebagai pahlawan Nasional , dan mendirikan patung J P Coen ditempat kelahirannya  (Horn).
Syukurlah masyarakat di Horn yang bergabung dalam Burgerinitiatief yang dipimpin Eric van de Beek mendukung perjoangan rakyat Banda
“Fakta bahwa rakyat Banda dibantai habis  (1621) itu telah dibenarkan oleh 9 sejarawan Belanda terkemuka yang telah kami mintai konsultasi. Tak seorang pun pejabat kotapraja meminta maaf pada masyarakat Banda. Suatu masyarakat yang kini tiada, karena telah dibantai habis dari muka bumi oleh Coen,” ( detikcom)
Atas dukungan masyarakat Horn  akhirnya Dewan Kotapraja Hoorn, kota kelahiran Jan Pieterszoon Coen, dalam sidangnya pada Selasa malam atau Rabu (14/3/2012) pagi WIB.,telah setuju untuk menambah narasi dalam patung tersebut, tentang pembunuhan keji yang dilakun JP Coen di Belanda
Melewati Australia menemukan Tasmania
Ketika Belanda telah menggelembungkan pundi pundi hartanya dari perdagangan rempah rempah di Nusantara, Belandapun berambisi mendapatkan benua baru seperti ditemukan oleh Spanyol , Portugal, Inggris   yang telah menemukan Amerika, Africa,Asia. Untuk itu Belanda mengutus Adolf Janszon Tasman pelaut yang paling ulung untuk menemukan dunia baru pada tahun 1642 . Maka A. Tasman berdasar peta yang dimiliki dari penjelajah Spanyol dalam  mengarungi lautan didunia, dimulai pelayaran itu.  A.Tasman mampir di Batavia kemudian melanjutkan berlayar ketimur. Setelah melewati ujung timur Nusantara ( Papua) maka dia menyisir sebuah pulau . Pulau ini sangat besar. Maka A.Tasman meyakini kalau pulau ini pasti telah ditemukan oleh penjelajah dunia seperti Portugal/ Spanyol /Inggris.Diapun melupakan benua itu, dan terus berlayar ketimur sehingga menemukan pulau lebih besar sedikit dari negaranya,diapun menancapkan bendera Belanda , dan dengan bangga kemudian menamakan pulau itu Tasmania ( sekarang lebih dikenal New Zealand).
Mengapa A.Tasman tidak menancapkan bendera Belanda di benua besar itu ( Australia ), menjadi cerita lucu didaratan Eropa sampai hari ini .
Menukar New York dengan Suriname.
Penemuan Tasmania rupanya  tidak  membanggakan Belanda, karena  pada saat itu ,Eropa sedang digemparkan penemuan  Amerika Selatan yang bergelimang emas. Maka Belandapun ingin mempunyai jajahan di Amerika Selatan . Ketika Inggris mendengar itu , Inggrispun dengan senang hati menawarkan Suriname  di Amerika Selatan ditukar dengan Nieuw Amsterdam sebuah gugusan kecil di Amerika Utara . Pertukaran itu disepakati 1660 , maka berubahlah Nieuw Amsterdam menjadi New York, kota yang akhirnya ribuan kali nilainya dari Suriname.Dan Suriname yang tidak memberikan penghasilan itu akhirnya dibiarkan  merana sampai hari ini.
Menang di Blambangan , VOC bangkrut dan Belanda  dijajah Perancis.
Tahun 1770 Eropa digemparkan penemuan sebuah benua baru oleh James Cook . Sebuah benua yang mestinya ditemukan A. Tasman.
Dengan ditemukan Australia yang kaya  barang tambang ,maka pantaslah Inggris berusaha mengambil hati raja Blambangan untuk memperkuat Blambangan ,agar Blambangan dapat dijadikan pelabuhan transit /antara dalam explorasi di Australia . Inggris mulai membangun Toyo Arum( Banyuwangi) dan kantor dagang yang kita kenal dengan Inggrisan. Belanda dengan segala alasan yang dibuat buat kemudian menyerang Blambangan . Seperti diakui oleh banyak sejarahwan wong Blambangan bersifat pemberani dan ahli dalam strtegy  melakukan perlawanan terhadap Belanda dibawah pimpinan  Wong Agung Wilis.Ketika Wong Agung Wilis  ditangkap Belanda dan dibuang ke Banda   Perlawanan  yang diteruskan Pangeran Rempeg Jagapati .Perlawanan yang dilakukan pada tahun 1771 sd 1773 mendapat dukungan penuh dari Inggris,Bugis,Bali,Melayu,China, yang muak dengan monopoli perdagangan Belanda. Meskipun Belanda menang dalam pertempuran itu, tetapi ekonomi Belanda morat marit. Pertempuran ini konon menghabiskan dana 70 ton emas .Maka Belandapun menyudahi pertempuran dengan tindakan yang amat keji yaitu melakukan Genocida membunuh 80% wong Blambangan (Baca Genocida wong Blambangan).
Setelah pertempuran di Blambangan ,  The British East India Company ( BEIC) yang kehilangan pelabuhan transit di Blambangan membalas VOC di jalur perdagangan international , dan akhirnya  VOC bangkrut pada tahun 1791 , dan tiga tahun kemudian pada tahun 1794 Belanda  menjadi jajahan  Perancis( Napoleon Bonaparte) sampai tahun 1815
Menyebar fitnah ,malah kehilangan Nusantara.
Ketika Belanda dijajah Perancis pemerintah Belanda mengungsi ke Inggris ,dan   membentuk pemerintahan pengasingan di London. Lebih sial lagi Tasmania akhirnya direbut oleh Inggris dan namanya diganti New Zealand ( 1803). Alangkah merananya Belanda. Maka untuk melindungi jajahannya Nusantara , Belanda menyebar fitnah  bahwa Nusantara adalah tanah miskin, penduduknya makan manusia , dan tidak beradab.
Sayang berita itu tidak sama dengan berita yang diterima Stanford Raffles , pemuda yang selalu haus pengetahuan, yang saat itu bekerja di Bombay. Di Bombay,Stanford Raffles mengenal  Nusantara dari saudagar India, Arab  yang menyatakan bahwa Nusantara adalah tanah kaya raya, dan pusat agama dunia, dan memiliki peradaban yang tinggi . Karena itulah Stanford Raffles menyarankan pada Gubernur Jendral Lord Minto untuk merebut Nusantara , karena tanah ini sangat Strategis , seperti Mesir, jika Inggris ingin menaklukan Perancis di Africa. Menguasai Nusantara berati  Inggris dapat membendung Perancis,Spanyol dan Portugal melakukan perdagangan dengan Timur Jauh.
Dan , ternyata Gubernur Jendral Daendels ( wakil Perancis di Nusantara )adalah macan Ompong.Hanya dalam hitungan hari ,Jawa takluk ke Inggris. Dan Stanford Raffles diangkat menjadi Leitnat Jendral di Nusantara dibawah wewenang Lord Minto di India. Setelah menduduki Nusantara , Raffles membuktikan bahwa berita dari Belanda adalah fitnah yang menjijikan, karena  Nusantara adalah tanah yang menjajikan , beradab ( ditemukan Borobudur dan candi yang tersebar di Sumatra dan Jawa ) dan indah seperti ditulis dalam bukunya Hystory of Java (1817), sebuah master piece sejarah Jawa. Dan diperkirakan Raffles mengambil ribuan karya sastra Jawa ke London.
Teknology mesin versus sepeda onthel.
Ketika  Belanda , dan Nusantara dijajah Perancis kemudian   Nusantara dikuasai oleh  Inggris, Belanda kehilangan sumber pendapatan sehingga  Belanda jatuh miskin dan menjadi negara gagal.Maka ketika Belanda menerima kembali kemerdekaannya ,Belanda telah jauh ketinggalan kemajuan technologi. Ketika Eropa melesat dengan techonology mesin  , Belanda masih terseok seok dengan sepeda onthel.
Dengan teknology mesin ,yang menggantikan tenaga penggerak binatang dalam angkutan darat dan angin dalam angkutan laut maka transfortasi maju sangat cepat dan tidak tergantung pada musim, maka dimulailah era yang berdasar  perdagangan .  Sementara Belanda yang hanya mampu membuat sepeda onthel , masih menggunakan mind set pertanian.
Mendapat Bengkulu kehilangan Singapore
Dan  ketika Belanda mendapatkan kembali Nusantara  dari Inggris (1817), Belanda masih berpikir bagaimana mengexploitasi tanah  dengan cultur stelsel/tanam paksa dengan kerja rodi. Cultuur Stelsel yang menyengsarakan  rakyat Jawa memicu pemberontakan yang dipimpin Pangeran Diponegoro.Seorang pemimpin yang kharismatis dan dicintai rakyat. Perlawanan ini sekali lagi menguras pundi pundi Belanda .
Maka ketika  Inggris menawarkan pertukaran kebebasan dilaut Jawa dan di pulau Nusantara lainnya Belanda menyetujui  yang dikenal  Anglo Dutch Treaty 1824. Perjanjian ini juga membuktikan  bahwa  Belanda masih dalam mind set pertanian. Dengan memiliki Bengkulu yang luas maka Belanda akan melakukan exploitasi pertaniannya. Tetapi sebaliknya Inggris telah menggunakan mind set  era perdagangan yaitu menguasi daerah strategis jalur lalu lintas laut. Dengan menguasai daerah strategis, maka Inggris tinggal memungut pajak pedagang kapal kapal dagang  yang melewati daerah itu, tanpa berlelah lelah melakukan exploitasi alam. Sejarah membuktikan Singapura melesat menjadi pelabuhan dunia. Sementara  Bengkulu diexploitasi habis habisan oleh Belanda tanpa sedikitpun meninggalkan bekas.
Menipu Pangeran Diponegoro, kehilangan Belgia. Walaupun Belanda telah mendapatkan Bengkulu dan memiliki logistik yang cukup , tetapi Perang dengan Pangeran Diponegoro semakin berkobar. Dengan dukungan feodal yang haus kekuasaan Belanda , berhasil mengadu domba penguasa Mataram.sehingga  Belanda dengan leluasa melakukan tipu daya menangkap  P.Diponegoro  dan membuangnya ke Makassar dan  membunuh 200.ribu wong Jowo. Dalam perang ini betapa jelas  feodal  Jawa mengabdi pada Belanda tetapi tidak demikian feodal Belgia. Mengetahui Belanda dalam posisi perang dan terkuras pundi pundinya Raja Belgia mengajak seluruh rakyat bertempur melepaskan diri dari Belanda yang rakus. Maka pada tahun 1830 berdirilah kerajaan Belgia merdeka.
Belanda mengidap Amnesia.
Dengan sikap feodal yang mengabdi pada Belanda, maka Belanda pun mampu bertahan menjajah Indonesia.Dan Belanda yang haus kekuasaan itu membelah bangsa Indonesia menjadi bertingkat tingkat. Tingkat teratas adalah Belanda/kulit putih, tingkat kedua para feodal/orang asing lainnya, tingkat ketiga para birokrat, dan tingkat keempat rakyat.
Belanda sebagai penguasa menetapkan target pajak yang harus disetor oleh para penguasa dan orang asing. Penguasa akan menggunakan birokrat untuk memeras rakyat,inilah bibit unggul korupsi yang tumbuh subur di Indonesia saat ini .Demikian juga orang asing dengan wewenang yang besar diatas pribumi, akhirnya mampu membunuh kemampuan berdagang orang pribumi dan memaksa rakyat menjadi buruh  . Maka rakyatlah tertindas dan mengidap virus kebodohan.
Untunglah Indonesia memiliki pemuda yang bervisi jauh dan mengetahui bagaimana sebenarnya Belanda Dimulai dengan pembentukan Yong Java, Sumatra, Borneo ,Celebs dll,muncullah pergerakan perjoangan rakyat Indonesia bersatu padu dan akhirnya Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.Dengan menumpang kemenangan sekutu  Belanda melakukan aksi Polisionil untuk menjajah kembali Indonesia. Dan bangsa Indonesia melawan dengan gigih sehingga Belanda , lenyap dari bumi Indonesia.  Tetapi  Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebab dengan pengakuan itu maka Belanda harus membayar pampasan perang.Dengan berlindung di ketiak sekutu Belanda hanya mengakui Indonesia yang merdeka 27 Desember1949.
Belanda yang licik itupun baru mengakui Indonesia setelah terlepas dari gugatan untuk membayar pampasan perang.
Belandapun mengidap amnesia, melupakan kekejaman yang telah dilakukan terhadap bangsa Indonesia. Tidak secuilpun Belanda mencatat kekejaman di Indonesia dalam pelajaran sejarah yang diberikan kepada generasi mudanya.. Sehingga generasi Belanda sekarang tidak pernah tahu tentang warana gelap dari sejarah Belanda. Dan lebih dari itu tanpa permintaan maaf . Jika Inggris , Portugal, Spanyol, Perancis, meminta maaf dan ikut membangun civilisation di bekas jajahan , tidak demikian dengan Belanda . Belanda telah lupa dan melupakan Indonesia.
Jika Eropa sampai hari ini masih membenci Turki, karena penjajahan Turki  Ustmani, maka adalah kejahatan apabila  orang Indonesia  membenci Belanda.Walaupun Belanda sampai hari ini memperlakukan bangsa Indonesia sebagai bangsa jajahannya ,kecuali RMS.( Kasus pembatalan kunjungan Presiden RI, karena Belanda  tetap memproses  pengaduan RMS adalah bukti yang nyata. Bandingkan ketika  Presiden RI berkunjung ke Inggris )

Note.
Ini sebuah surat yang dimuat di Kompas.
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
———————————————————-

From: Dion H.

Kami membaca tulisan Sdr. Denny Sutoyo Gerberding dalam Kompas Edisi Selasa
15 Agustus 2000, dengan judul “Ganti Rugi Indonesia untuk Belanda.Saya
beserta Istri terkejut karena baru mengetahui selama ini, betapa besarnya
peran Indonesia terhadap Belanda,  saat Belanda memerlukan bantuan untuk
membangun negaranya yang hancur setelah PD-II.   Selama lebih dari 20 tahun
saya tinggal di Negeri Belanda, belum pernah mendengar sejarah/masa lalu
Belanda di Indonesia, solah-olah sejarah tersebut hilang lenyap tenggelam diLaut Utara (Noordzee).

Anak-anak saya yang mengecap pendidikan Dasar Belanda, termasuk generasi
muda Belanda lainnya, tidak pernah diberi pelajaran sejarah tentang masa
lalu Belanda di Indonesia (Nederlands-Indie).  Anak bungsu kami dapat denganmudahnya, menceritakan perang Belanda melawan penjajahan Spanyol tahun 1568(dalam perang 80 tahun), sedang kakaknya tampak kurang senang dengan bangsaJerman setelah mengetahui kekejaman Nazi,  maupun sejarah pendudukan Jermanatas Belanda yang terjadi di tahun 1942-1945. Yang jelas kedua putra-putrikami tidak mengetahui apa-apa tentang pendudukan Belanda di Indonesia.Ingin rasanya berteriak sekuat tenaga agar saudara-saudara Belanda jugamengetahui tentang perlakuan Belanda terhadap Bangsa Indonesia dimasapenjajahan.  Ingin rasanya kami berbuat  sesuatu agar nama baik kami sebagaianggota Masyarakat Indonesia di Luar Negeri dapat kembali pulih.

Saya mohon dengan hormat seandainya mungkin tulisan tersebut dapat
disebarluaskan melalui media ini, agar para pembaca lainnya juga dapat
mengetahui sejarah yang sebenarnya.  Yang benar harus dikatakan benar dan
yang salah harus di akui, agar manusia dapat hidup tenteram dan damai.
Atas nama Anak-anak kami dan generasi muda seumurnya kami mengucapkan banyak
terima kasih kami ucapkan kepada Kompas dan Admin IndoNews.

Adipati, Anggota Masyarakat Indonesia di Belanda.

Kategori:SEJARAH
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: