Dia yang amat mencintai ciptaannya

Pagi itu ,seperti biasa aku sibuk membersihkan kebun dan tiba tiba handphoneku berdering,kudengar suara Dewi.

Berita pagi ini sungguh mengejutkan. Suara Dewi di telepon diseberang sana kudengar sangat sendu, dan menahan duka cita yang dalam. Sepertinya akupun tidak mampu menanggapi;

Pak (suaranya lirih) mas Hud Sholeh ,meninggal dunia pagi ini …………

Sudah lama saya tidak bertemu dengannya, terakhir kali saya bertemu dia di Bandara ketika mengantar jenazah P.Ali Munawar yang akan diberangkatkan ke Solo. Aku bertemu dia sekilas. Dia menghampiriku, menanyakan anak-anakku dan kemudian buru-buru pergi karena ada yang harus diselesaikan.

Dan hari ini aku melepas keberangkatannya dari rumah sakit Medistra menghadap penciptaNYA

Satu persatu kawanku menghadap penciptaNYA, meninggalkan kenangan persahabatan yang dalam .

Kematian itu pasti, hanya waktunya yang menjadi rahasia.

Kecelakaan …..hanya sekedar sebab saja.

Pikiranku pun melayang jauh, pada kecelakaan di jalan tol Jakarta-Cilegon yang hampir merenggut nyawaku ,isteriku dan anak-anakku.

Ketika itu kami pulang dari mudik.

Pak Didin (pengemudiku) sudah tidak dapat menahan lelah, sesekali menguap, demikian juga aku. Betapa tidak kami telah menempuh perjalanan yg jauh, sekitar 1000 km.

Akupun menggantikan mengemudi, tetapi begitu memasuki tol Jakarta-Cilegon, akupun tidak mampu menahan kantukku, maka menjelang Karawaci aku pun memarkir kendaraan ku untuk istirahat.

Tempat itu alangkah sepinya, sementara seluruh penumpangku tidur lelap.

Kulihat anak-anakku, kulihat isteriku, kulihat p.Didin, tidur sangat nyenyak dan akupun pasti akan tidur lelap ditempat sepi ini. Di tempat yg tidak aku ketahui ini tentu sangat penuh resiko………setelah menghirup udara segar aku putuskan untuk mencari tempat yang aman untuk istirahat tidur.Kuhidupkan mesin mobilku, dan melajulah mobilku

Hanya dalam hitungan menit, ketika mobil melaju kencang, kantukkupun tak tertahan lagi……….dan dalam posisi mengemudi akupun tertidur dan tiba-tiba terdengar suara keras, aku tersentak bangun , …..dan ternyata mobilku menabrak pagar jalan tol pembatas jalan dengan proyek pembuatan gorong-gorong, aku terkejut bingung ,..isteriku panik, kepalanya menabrak kaca depan, darah mengalir membasahi seluruh tubuhnya, anakku menangis ketakutan…bagian depan mobilku sudah masuk gorong2 air. Kumatikan mobil ku, kucabut kunci mobil dan kukeluarkan keluargaku ……..hanya dalam hitungan menit mobilku terjungkal masuk gorong2.

Peristiwa itu sangat membekas dalam pikiranku, kadang tubuhku bergidik kalau teringat peristiwa itu.Hanya dalam hitungan detik, sesuatu dapat merubah jalannya hidupku.

Kalau saja aku beristirahat tidur dijalan yang sepi itu aku mungkin masih selamat.

Kalau saja aku panik, dan tidak mampu mencabut kunci mobil , maka mobilku akan terjungkal masuk gorong2 dalam keadaan hidup, dan mobil akan meledak dan ya ALLAH , mobil itu akan memanggang seluruh keluarga kami .

Subhanallah……

Begitu dalam peristiwa itu melekat dalam pikiranku sehingga kematian menjadi obsesiku, aku mulai membaca buku-buku tentang kematian, mendengar kotbah kematian dengan lebih khusuk, mendengarkan cerita kematian dengan penuh perhatian…

dan sampai pada suatu saat aku mengantarkan pemakaman jenazah karyawan Krakatau Steel.

Ketika aku tahu ustadz Romli (karyawan Krakatau Steel) membaca talkin aku makin mendekat. Aku sudah berkali-kali mengantar pemakaman jenazah, tetapi pembaca talkin biasanya kyai setempat. Ada rasa bangga dalam diriku ketika karyawan Krakatau Steel dapat membaca talkin (memberi penghormatan terakhir) kepada saudara-saudaraku..

Akupun lebih mendekat dan mendengarkan dengan lebih seksama talkin yang dibacanya. Terlebih dalam pembacaan Talkin itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia ………

Ketika ustadz Romli membaca terjemah suatu ayat…Duhai jiwa yang Tenang………aku tidak mampu menahan seluruh badanku bergidik……lemas.

Panggilan itu amat mesra dan amat santun .

Maka setelah pemakaman itu selesai , aku segera memcari buku buku talkin , karena aku ingin tahu ayat apa yang begitu keras menghantam denyut jantungku .Dan segera pula aku membaca tafsirnya

Inilah ayat itu, yaitu ayat 27-30 surat AL FAJR. Simaklah saudaraku

Duhai jiwa yang tenang

Kembalilah kepadaKu , yaitu RobMu , dengan gembira dan penuh kedamaian

Maka masuklah dalam golongan hamba hambaKU

Dan masuklah kedalam syurgaKU

Alangkah mesra panggilan itu, begitu besar cintaNYA pada ciptaanNya, memanggil kita dengan bahasa yang sangat santun dan penuh ke agungan.untuk menghadap kepadaNYA

Dengan pengharapan yang tulus agar kita menikmati keindahan surgaNYa

Mudah mudahan kita dapat memenuhi pengharapanNYa itu. Pengharapan dari pencipta kita yang AGUNG.

  1. Dewi Handayani
    April 4, 2009 pukul 5:09 am

    Subhanallah …..
    saat ini, aku bersama teman2 sedang mengerjakan tugas untuk persiapan implementasi SAP di permata krakatau. Di ruang sebelah, ada acara ESQ…istri alm Hud Sholeh hadir dan kami sempat bertemu, dan pada saat yang hampir bersamaan …. kusempatkan untuk membaca tulisan Bapak ……
    Betapa agung ….sang Pencipta … Maha mengatur …. mempertautkan hati, menguntai peristiwa demi peristiwa untuk setiap insan ….yang seolah tak saling terkait ….namun juga telah menghadirkan siratan tuk semakin mengenal KasihNya.
    Saat kuberpikir ….Yang Maha Agung menghadirkan kenangan peristiwa demi peristiwa, menautkan hati, dan sekaligus mengetuk hati tuk semakin mencintaiNya …mencintai segala kebesaranNya.
    Semoga hati kita senantiasa memperoleh hidayah dariNya. Amin.

    Untuk Bpk. Sumono….nyuwun pangapunten ….baru sempat buka blog Bapak….

    • sumono
      April 18, 2009 pukul 8:36 am

      Salam kangen saya untuk semua kawan kawan di Cilegon

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: